Restiningrum – Usia, kehormatan, kebaikan dan rencana masa depan.

Bagian 2 Kamu yang Belia.

Kali ini aku menulis layaknya sebuah surat. Aku tak akan menggunakan kata dia. Karena aku akan jauh lebih bisa menampilkan dirimu.

Kamu memang sudah sangat menarik hatiku dari sananya . Ga banyak menuntut (Hmm… mungkin belakangan harus dikoreksi). Suka pakai baju yang jarang kulihat, mungkin karena didepanku biasanya wanita setengah baya dengan rok dan blazer….  Tapi keasikan paling utama adalah ketika kita kompakan pakai polo dan jeans kebanyak tempat. Polo merah, kita punya, hijau juga, biru juga, malah ada yang kuning dengan logo perusahaanku dibordir didada kiri 😀

Jalan-jalan ke Bandung? Polo + Jeans.

Bali? Hmm… bawa sih, walau akhirnya kita lebih banyak pakai you can see putih dengan tulisan Bali gede dibagian depan dan belakang…..

Ngarung di sungai? Polo + Jeans lagi.

Mall? Definitely more than half of the time we have Polo and Jeans.

Facebook dan Instagram kamu dan aku akan memperlihatkan apa yang ku maksud.

Hmm… Tanpa make up, kamu cantik… namun aku jarang sekali ngeliat kamu ga dandan.

Bibirmu yang hmmm tak pernah membosankan, alismu… semua aku suka. Khas banget kebeliaan yang dipenuhi kesukariaan. Dan aku bangga banget sudah bisa bikin kamu menikmati kebeliaanmu itu tanpa campur tangan aku yang bisa jadi akan membuatmu tua sebelum waktunya…..

Lebih ga Sabar
Kamu lebih ga sabar, Cuma terkadang ga terlalu kentara karena kamu emang jarang menuntut. Kamu selalu membuatku dilimpahi kebahagiaan masa muda. Kamu dewasa sih, sekurangnya menurutmu…. Kamu bertanggungjawab, suka ngomongin pengen ngurus diri sendiri… walau aku ngerasa klaim itu masih harus dibuktikan lebih jauh. Setiap saat.

Bangunin kamu musti pakai TOA, dan itu bikin kita berantem. Aku ga suka nunggu lama-lama. Tapi rekor yang aku punya “Tidak pernah menunggu orang lebih dari lima menit” langsung pecah saat janjian pertama dengan mu.

Ah, disaat yang sama, aku juga selalu diharuskan kehabisan kesabaran ketika berhadapan dengan kamu. Aku langsung menjadi bagian kaum sumbu pendek.

Kamu selalu keras kepala dan sulit mengalah. Tapi aku selalu ingat baik-baik, ini jalan yang udah aku pilih. Berarti kita harus selalu komunikasi dengan baik, agar bias saling memahami.

Kamu Respect
Kamu selalu bertahan dengan pengalaman hidup aku yang 25 tahun lebih lama. Aku yang selalu melimpahi kehidupanmu dengan saran, perintah, marah (kalau kamu berbuat salah doang sih).

Aku mau berhenti bersikap kaya orang tua, aku yang seolah selalu lebih tau, paling benar, paling paham  menyelesaikan setiap masalah.

Padahal harusnya kan kita sejajar. Harusnya aku memberi banyak kesempatan buatmu bersuara dan bertindak. Tapi ga bisa….. soalnya aku khawatir. Tapi jangan takut, kamu tak akan pernah kehilangan penghargaan dariku, apalagi kalau kamu selalu nurut… hehehe

Aku Tukang Atur
Aku  lebih tua dan aku harus didengar, itu adalah hal yang paling aman. Aku kadang paham sih kalau aku harus menghempaskan segala keinginan untuk mengontrol kamu. Aku tau itu ga baik, aku malah bisa terhempas dari biduk cinta kita berdua. Tapi gimana dong… kamu kan selalu bikin aku khawatir.

Kamu yang selalu ada.

Kamu akan menjadi seseorang yang spesial dihati. Walau kamu membuat aku harus belajar banyak tentang kesabaran menghadapi sikap yang udah kaya rollescoaster. Kadang charming, kadang badmood, kadang juga ngeselin. Pake banget.

Sebelumnya aku mau minta maaf, karena ga terima atas sikapmu itu. Tapi kamu tetap aja akan mengulangnya lagi. Mungkin karena kamu sangat tau bahwa kamu ga akan pernah rugi. Kamu ga pernah takut kehilangan aku. Apapun yang kamu lakukan.

Kadang kamu keterlaluan, membuat aku setengah mati cemburu. Tapi jangan marah ya, aku Cuma menyampaikan apa yang aku rasakan. Jauh didasar hati, aku cuma ingin dianggap berkah. Kehadiranku menjadi anugerah terindah yang mampu aku persembahkan padamu yang kucintai dengan segenap hati.

Masa Depan

Sayang, hidupmu masih panjang…. Kesempatan mu meraih masa depan masih terbentang luas. Jangan salah langkah. Buatlah perencanaan yang matang dan ikuti dengan tekun setiap proses yang datang dihadapanmu. Aku tau kamu akan merasa terkungkung, tapi percayalah, suatu waktu dimasa akan datang kamu akan mensyukuri kungkungan itu.

Aku adalah pelengkap proses meraih masa depanmu.

Aku adalah Kekasih, Ayah dan Sahabat dalam setiap kesulitanmu.

Aku ada penerang dalam setiap kegelapan jalan yang menghadangmu.

Aku adalah jiwa yang hidup dalam setiap kesulitanmu.

Aku adalah aku, yang tak butuh balas budi.

Hanya ingin setitik kebahagiaan dalam diri, demi kamu yang kucintai sepenuh hati.

Puncak Lawang, 28 Juli 2018.